Solven

Solven adalah bahan kimia yang dapat melarutkan, mendispersikan, atau mengekstrak material lain, biasanya tanpa berubah struktur kimianya (bereaksi baik dengan solven itu sendiri maupun material lainnya). Solven bekerja dengan prinsip “like dissolves like” yaitu diperlukan karakteristik yang sama dengan material yang akan dilarutkan agar solven bisa melarutkan. Solven digunakan dalam cat untuk mengencerkan cat agar mudah untuk diaplikasikan. Solven dapat berbentuk murni atau campuran.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan solven:

  • True solvent – solven yang dapat melarutkan resin/binder.
  • Diluents – solven yang tidak dapat melarutkan resin dengan sendirinya tetapi dapat ditambahkan ke dalam larutan untuk meningkatkan volume dari binder.
  • Latent solvent – solven yang tidak dapat melarutkan binder dengan sendirinya tetapi meningkatkan toleransi binder terhadap diluents.
  • Thinner – solven murni atau campuran yang ditambahkan ke dalam cat untuk menurunkan viskositas agar mudah diaplikasikan.
  • Front-end solvent – solven yang cepat menguap yang akan menguap segera setelah diaplikasikan ke part, biasanya sudah menguap sebelum masuk oven.
  • Exempt solvent – solven yang tidak bereaksi dengan sinar matahari untuk membentuk smog (smoke=asap + fog=kabut/kabut asap) dan penggunaannya tidak diatur dengan peraturan. Sejumlah senyawa klor sekarang ini dipertimbangkan sebagai pembentuk smog seperti halnya acetone dan methyl acetate.
  • Middle solvent – solven dengan kecepatan menguap yang medium yang akan menguap selama masa flash-off atau awal oven.
  • Tail-end solvent – solven dengan penguapan yang lambat yang akan menguap pada saat proses oven.
  • Retarder –  solven dengan penguapan yang lambat yang ditambahakan ke dalam cat untuk memperlambat waktu pengeringan. Biasanya digunakan untuk mengatasai masalah orange peel atau blushing.
  • Solvent blend – adalah campuran dari solven untuk memberikan hasil aplikasi dan penguapan cat yang diinginkan. Pencampuran solven diperlukan untuk menyesuaikan kondisi cat dengan kondisi temperatur, humiditi, kecepatan konveyor, peralatan aplikasi, dan lain-lain. Hal yang perlu diperhatikan dalam mencampur solven adalah daya larut (solvency), viskositas, kecepatan menguap, keselamatan, dan biaya.
  • Solvency – kemampuan dari solven untuk melarutkan binder. Solven harus mampu menjaga binder agar tetap terlarut.
  • Evaporation rate – kecepatan menguap dari solven. Solven harus sudah menguap dalam waktu proses pengeringan. Lamanya waktu oven, suhu oven, dan kapasitas produksi merupakan hal penting dalam penentuan thinner. Jika thinner terdiri dari lebih dari dua solven, kecepatan menguap masing-masing solven menjadi sangat penting. Sebagai contoh, jika solven yang terakhir menguap banyak mengandung diluents maka binder akan menjadi tidak terlarut dan akan menghasilkan film cat yang agak menggumpal dan tidak gloss.
  • Viscosity – kekentalan dari cat. Viskositas cat diatur untuk memberikan hasil atomisasi dan flow yang baik.

Jenis-jenis solven yang umum digunakan dalam formulasi cat:

(klik pada nama solven untuk lebih detil)

Alkohol:

Hydrocarbons:

Ketones:

  • Acetone
  • Methyl ethyl ketone (MEK)
  • Methyl isobutyl ketone (MIBK)
  • Cyclohexanone
  • n-Methyl-2-pyrrolidone

Esters :

  • Methyl acetate
  • Ethyl acetate
  • Isopropyl acetate
  • n-Butyl acetate
  • Cellosolve acetate

No comments yet.

Leave a Reply